Sunday, November 6, 2016

Otonomi Daerah = Kesadaran atau Lengah

“Dari Sabang Sampai Merauke” salah satu Lagu Nasional yang tidak asing lagi bagi kita sebagai Warga Negara Indonesia. Lagu tersebut menggambarkan Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang sambung menyambung menjadi satu yang dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) yang kita banggakan ini. Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar, bukan karena wilayahnya yang luas melainkan juga kekayaan budaya yang dimilikinya. Selain keberagaman budaya yang dimiliki, Tuhan juga memberikan Sumber Daya Alam yang sangat melimpah. Namun pertanyaannya saat ini, sudahkah KITA memanfaatkan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki ini? Atau kah sebaliknya kita terlena dan menjadi malas untuk terlepas dari Zona Nyaman ini? Semuanya tergantung pada diri kita sendiri untuk menyikapinya!!!! 
Kekayaan alam yang berlimpah dan keanekaragaman budaya yang tersebar Dari Sabang Sampai Merauke diibaratkan sebuah Pisau yang memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif apabila kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya-budaya yang beragam untuk kesejahteraan rakyat, namun di sisi lain dapat menimbulkan masalah yang baru buat bangsa Indonesia. Dengan wilayah yang luas dan budaya yang beragam itu akan menghasilkan karakter atau manusia-manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Hal tersebut dapat kita lihat dari fenomena-fenomena yang terjadi dimana terjadi konflik sosial pada masyarakat akibat isu SARA (Suku, Adat, Ras, dan Agama), upaya pemberontakan untuk melepaskan diri dari wilayah NKRI seperti GAM, OPM, dll.

Tuesday, October 11, 2016

Peran Modal Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera diberlakukan pada Desember mendatang. Dengan MEA akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dengan mengurangi biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis serta meningkatkan daya saing sektor UMKM. Pemberlakuan MEA bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi yang didalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang jasa, investasi modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja.
Untuk dapat memainkan peranan dalam MEA, diperlukan persiapan yang matang dengan memperhatikan peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi serta langkah strategis yang harus disiapkan. Pertanyaannya sudah siapkah Indonesia menghadapi MEA ?. Pengamat sosial Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat Prof Nursyiwan Effendi mengingatkan dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) jangan sampai mengabaikan kesiapan modal sosial. Lebih lanjut dikatakan bahwa kita sering berpikir terlalu umum, saat membahas MEA yang disinggung selalu soal ekonomi padahal persiapan modal sosial juga penting (Sumber : Antara News).
Pencapaian pembangunan Indonesia masih jauh dari memuaskan. Pemerintah silih berganti tetapi Indonesia seperti jalan di tempat. Pengangguran terus bertambah. Kemiskinan semakin sulit dikendalikan. Kriminalitas terus meningkat, konflik sosial terjadi dimana-mana. Industri dalam negeri semakin sulit bersaing. Apabila tidak diwaspadai mulai sekarang, bangsa Indonesia tidak saja jadi serambi belakang bangsa Asia, tetapi lebih jauh menjdai tontonan tentang sebuah bangsa yang terus menerus perlu dikasihani.

Otonomi Daerah = Kesadaran atau Lengah

“Dari Sabang Sampai Merauke” salah satu Lagu Nasional yang tidak asing lagi bagi kita sebagai Warga Negara Indonesia. Lagu tersebut menggam...