Tuesday, October 11, 2016

Peran Modal Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera diberlakukan pada Desember mendatang. Dengan MEA akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dengan mengurangi biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis serta meningkatkan daya saing sektor UMKM. Pemberlakuan MEA bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi yang didalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang jasa, investasi modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja.
Untuk dapat memainkan peranan dalam MEA, diperlukan persiapan yang matang dengan memperhatikan peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi serta langkah strategis yang harus disiapkan. Pertanyaannya sudah siapkah Indonesia menghadapi MEA ?. Pengamat sosial Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat Prof Nursyiwan Effendi mengingatkan dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) jangan sampai mengabaikan kesiapan modal sosial. Lebih lanjut dikatakan bahwa kita sering berpikir terlalu umum, saat membahas MEA yang disinggung selalu soal ekonomi padahal persiapan modal sosial juga penting (Sumber : Antara News).
Pencapaian pembangunan Indonesia masih jauh dari memuaskan. Pemerintah silih berganti tetapi Indonesia seperti jalan di tempat. Pengangguran terus bertambah. Kemiskinan semakin sulit dikendalikan. Kriminalitas terus meningkat, konflik sosial terjadi dimana-mana. Industri dalam negeri semakin sulit bersaing. Apabila tidak diwaspadai mulai sekarang, bangsa Indonesia tidak saja jadi serambi belakang bangsa Asia, tetapi lebih jauh menjdai tontonan tentang sebuah bangsa yang terus menerus perlu dikasihani.
Indonesia sebetulnya tidak miskin. Kekayaan sumber daya alam Indonesia sangat melimpah. Saat ini yang menjadi permasalahan di Indonesia, salah satunya  yaitu masih rendahnya modal sosial. Dimana Indonesia seperti kehilangan sebuah energi, yaitu energi kolektif masyarakat untuk mengatasi problem bersama. Modal sosial diyakini sebagai salah satu komponen utama dalam menggerakkan kebersamaam, mobilitas ide, kesalingpercayaan, dan kesalingmenguntungkan untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bersama.
Modal sosial merupakan sumberdaya sosial yang dapat dipandang sebagai investasi untuk memperoleh sumber daya baru dalam mayarakat. Sumberdaya sosial masyarakat tersebut antara lain, jumlah masyarakat, kualitas masyarakat, kerjasama, toleransi, saling pengertian, kesamaan nilai dan perilaku, norma, nilai dan struktur sosial. Sumberdaya yang digunakan sebagai investasi disebut sebagai modal.  
Menurut Prof. Satjipto Rahardjo memahami modal sosial merupakan upaya awal untuk mengembangkan dan membangun kembali norma kehidupan bersama yang sangat kuat mengindikasikan pengaruhnya yang sangat besar terhadap keberhasilan berbagai upaya menghadapi krisis berbagai dimensi. Dengan demikian, manfaat utama modal sosial adalah untuk mengembangkan efektifitas upaya bersama untuk mencapai tujuan bersama, sekaligus memelihara hasil-hasil yang diperoleh dari upaya-upaya bersama tersebut.
Dengan masuknya Indonesia kedalam lingkup MEA, mau tak mau akan meletakkan negara kita pada model kompetensi yang semakin sengit dan ketat. Energi kebangsaan akan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan antar negara tersebut.  
Modal sosial keberagaman itulah yang menjadi ruang bagi tumbuhnya era baru kersejahteraan rakyat.  Disinilah keberagaman nilai-nilai kebangsaan menjadi ruang yang kuat untuk memacu semangat kompetisi ini. Penguatan keberagaman inilah yang menjadi pilar untuk mendayahgunakan kreatifitas, kegotong royongan serta nilai-nilai lokal yang menjadi bagian inheren dalam diri kita. Tapi bagaimana mampu berkompetisi di arena regional dan internasional apabila dihabiskan hanya untuk membangun kecurigaan dan prasangka diantara sesama anak bangsa sendiri.

Oleh karena itu peran modal sosial disini sangat penting dalam menghadapi MEA. Salah satu kunci keberhasilan dalam MEA adalah inovasi dan penciptaan pengetahuan. Inovasi terjadi seiring dengan tumbuh dan berkembangnya jejaring dan dinamika sosial. Modal sosial merupakan komponen utama dalam memperoleh rasa kebersamaan, lahirnya ide/gagasan, rasa saling percaya, keinginan untuk bekerja sama saling menguntungkan sehingga melahirkan adanya nilai, norma, sanksi sosial dan struktur sosial. Melalui modal sosial yang tinggi maka Indonesia akan mampu menjawab tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

1 comment:

Otonomi Daerah = Kesadaran atau Lengah

“Dari Sabang Sampai Merauke” salah satu Lagu Nasional yang tidak asing lagi bagi kita sebagai Warga Negara Indonesia. Lagu tersebut menggam...